DBD di Sumedang Telan Dua Korban Jiwa — 3 tahun yang lalu
Sebanyak dua orang warga Kabupaten Sumedang dilaporkan meninggal dubia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) pada 2023.
Data kematian itu terjadi dalam rentang Januari-Juni tahun ini.
Keduanya meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang mencatat dalam rentang Januari-Juni 2023 ada kasus DBD aktif sebanyak 537.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Sumedang, Aep Dadang Hamdani, mengatakan, kedua orang yang meninggal dunia akibat DBD adalah warga Kecamatan Jatinangor dan Jatinunggal.
"Namun secara umum, DBD meluas di hampir semua kecamatan di Sumedang," kata Aep Dadang Hamdani seperti dikutip dari TribunJabar.id, Minggu (9/7/2023).
Aep menyebutkan, dari semua kecamatan yang tersebar DBD, ada dua kecamatan yang tingkat prevalensinya lebih tinggi dibandingkan kecamatan lainnya.
"Yang tinggi kasus DBD-nya, yakni di Kecamatan Sumedang Utara dan Situraja," katanya.
Namun, jika dibandingkan dengan jumlah kasus yang terjadi pada tahun sebelumnya, kasus DBD di Sumedang tahun ini menurun.
"Kasus kematiannya pun menurun," katanya.
Aep mengatakan, dengan masih adanya kasus DBD menandakan masyarakat belum sepenuhnya sadar gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara 3M, yakni menguras bak air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas.
"Perhatikan juga air yang tertampung di dispenser, bagian bawah pot, dan tempat lainnya yang mungkin menjadi tempat perkembang biakan nyamuk Aedes aegypti," katanya.