Disdik Jabar Monitor ‘SMK Kopi’ Sumedang — 5 tahun yang lalu
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat berkunjung ke SMK Pertanian Pembangunan Negeri Tanjungsari Kabupaten Sumedang, Kamis (14/1). Rombongan meninjau lokasi lahan pertanian milik sekolah tersebut.
Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wahyu Mijaya mengatakan, pihaknya memonitor kegiatan belajar mengajar di sekolah SMK PPN Tanjungsari, saat Pandemi Covid-19.
“Untuk SMK dan SMA sebenarnya sudah bisa belajar tatap muka, karena keputusan itu langsung dari kementrian. Namun, ada 3 aturan. Harus ada izin dari orang tua, kepala sekolah, dan kepala daerahnya. Jadi, silakan lakukan itu sesuai dengan kondisi masing-masing kota atau kabupatennya,” paparnya.
Setiap wilayah itu, sebut Wahyu, kondisinya berbeda beda.
“Yang paling tahu situasi dan kondisi ya tiap daerah masing-masing, terutama sekolahnya itu sendiri,” tuturnya.
Plt. Kepala SMK Pertanian Pembangunan Negeri Tanjungsari Elis Herawati menyatakan rasa syukurnya atas kunjungan ini.
“Dinas Jabar juga meninjau pilot project SMK Kopi di Indonesia yang pertama ini, dan melihat-lihat mulai penanaman, pembibitan, kemudian cara pengerjaan roasting kopi sampai ke penjualan langsung. Lingkungan sekolah juga tetap terpelihara dengan baik, dan budi daya tanaman sayuran tetap berjalan,” pungkasnya. (*)