Data Bansos dan Kinerja Aplikasi Ma Uneh — 5 tahun yang lalu
Launching Gebyar produk UMKM Sumedang yang digelar di Jatigede pada 12 Desember 2020, selain dihadiri Sekda Kabupaten Sumedang, Kadiskopindag, Bappppeda, dan Kabid Ekonomi Kreatif Disbudparpora, dihadiri pula oleh Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI, Asep Sasa Purnama.
Asep Sasa menyebutkan, Sumedang termasuk kabupaten yang mendapatkan program bantuan sosial dan UMKM dengan jumlah cukup besar. Ini karena data miskin milik Sumedang tergolong bagus. Karena tak ada bantuan yang bisa disalurkan jika tak ada datanya.
Bansos adalah instrumen vital penanggulangan krisis. Ia merupakan bagian dari social safety net, yang merupakan solusi cepat bagi masyarakat terdampak di masa pandemi Covid-19.
Soal data penerima bansos, Pemkab Sumedang telah ambil solusi dengan meluncurkan Aplikasi Ma Uneh. Dengan aplikasi ini, warga dapat melakukan pengecekan data dan pengaduan bansos secara mandiri serta bersifat realtime.
Aplikasi ini pun bukannya tanpa kelemahan. Faktanya, saat eRKS mencoba menggunakannya pada Selasa, 12 Desember 2020, halaman pencarian DTKS masih eror dan belum siap pakai.
Selain itu, masih ada form select atau option yang belum tuntas, yakni pada kolom “pilih kecamatan” dan “pilih desa”.
Form pencarian juga terlihat rentan akan serangan Cross Site Scripting atau biasa disingkat XSS. Ada beberapa karakter yang lolos dari filter form yang membuat serangan XSS sangat mudah dilancarkan. Serangan jenis ini memungkinkan hacker mencuri sesi login yang ada di website tersebut.
Demi menyempurnakan pelayanan, ada baiknya kinerja Aplikasi Ma Uneh terus dipantau, diperbaiki, sekaligus dioptimalkan. (*)