Nilai Positif dari Pagelaran Seni Virtual

Elsya Tri Ahaddini

 - 

Saturday, 14 November 2020 - 19:03 WIB

Nilai Positif dari Pagelaran Seni Virtual  — 5 tahun yang lalu


Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sumedang menggelar kegiatan Kesenian Tradisional di 26 kecamatan secara virtual, sesuai dengan adaptasi kebisaan baru, pada Jumat 13 November lalu.

Kegiatan ini bertempat di Wisata Alam Panineungan Hegar Dusun Panyingkiran, Desa Cikaramas Kecamatan Tanjungmedar.

Program ini dilaksanakan di 26 Kecamatan di Kabupaten Sumedang. Walaupun tanpa penonton, namun mendapatkan apresiasi. Setidaknya, masih ada ikhtiar dari pemerintah daerah Kabupaten Sumedang untuk melestarikan nilai-nilai budaya lokal.

Pelestarian nilai-nilai tradisional semacam ini jadi kontekstual ketika dikorelasikan dengan terbentuknya persaingan pasar di Jawa Barat, bahkan level nasional.

Kompetisi berbagai bidang di level Jabar maupun nasional kini semakin terbuka, dan merupakan medan persaingan keras. Pada situasi demikian, siapa pun harus mempunyai senjata andalan agar tetap tangguh dalam persaingan.

Senjata andalan itu haruslah sesuatu yang harus sangat kita kuasai, sedangkan untuk menguasai sesuatu diperlukan waktu panjang. 

Sementara Sumedang sudah memiliki keunggulan dari sisi kearifan lokal, yang sudah dikuasai sekian lama. Tinggal bagaimana mengoptimalkan untuk berbagai keperluan, termasuk menjadi yang paling unggul di Provinsi Jawa Barat.

Maka, pendidikan seni kita selayaknya memperkuat sektor kesenian tradisional. Dalam hal ini dilakukan pembelajaran mendalam tidak hanya pada sisi teknis, juga tak kalah penting adalah sisi kebudayaan yang melahirkan kesenian tradisional. 

Kedua sisi tersebut harus terlebih dahulu dipahami secara mendalam sebelum menginjak tahap pengembangannya untuk memunculkan karya baru dalam lingkup zaman yang sudah berubah. 

Perubahan zaman ini pun juga harus dikenali secara mendalam untuk tercapainya sebuah migrasi yang tidak sembarangan dari karya tradisional menuju karya baru.

Kesenian tradisional kita ditengok dan dianggap unik oleh pihak luar, karena mereka tidak memilikinya. Hukum daya pikat menyebutkan bahwa eksotisme merupakan elemen penting untuk memaksa orang menoleh. Bila eksotisme itu disajikan dengan pengolahan yg penuh perhitungan, maka lahirlah pujian.

Dengan dukungan regulasi Sumedang Puseur Budaya Sunda (SPBS), diharapkan budaya tradisional Sumedang terus eksis, sealur dengan perkembangan teknologi digital. (*) 

#virtual #seni #erksfm #news-erks