Guru Minta Tes Swab Sebelum Pembelajaran Tatap Muka — 5 tahun yang lalu
Tim Pemantau Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang yang dipimpin Kasi Sarana Prasarana melaksanakan peninjauan ke beberapa sekolah, yakni SMP Negeri 5 Sumedang, SDN Sindang 5 Kecamatan Sumedang Utara, SDN Manangga Kecamatan Sumedang Selatan, dan SMPN 7 Sumedang, Rabu (11/11).
Tampak SMPN 5 Sumedang tengah melakukan rehab ruang kelas dan menambah ruang untuk siswa berkebutuhan khusus.
Kasi Pengembangan Sarana SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Indra Wahyudinata mengatakan, dari sisi sarana dan prasarana, SMP 5 sudah siap dan layak untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.
“Ini dilihat dari fasilitas tempat cuci tangan dan ruangan-ruangan. Bukan hanya siswa yang social distancing. Letak kelasnya pun berjarak,” katanya.
Dikatakannya, ini tinggal menunggu hasil survei dari gugus tugas, jika SMP 5 ini nantinya menngusulkan ke Disdik untuk melakukan pembelajaran tatap muka di tahun 2021.
“Kami akan mengkoordinasikan dan mengonsultasikannya dengan gugus tugas,”katanya.
Kepala SMPN 5 Sumedang Ema Sri Komala mengatakan, seharusnya tenaga pendidik dan siswa menjalani test Swab terlebih dahulu.
“Dan itu harus dari pemerintah yang menyiapkannya, bukan dari kami,” katanya.
Ia menuturkan, fasilitas prokes sudah siap. Bahkan, ada satu ruangan khusus untuk siswa disabilitas, yang baru saja dibangun, sesuai intruksi pemerintah.
“Setiap sekolah wajib memiliki ruangan bagi siswa berkebutuhan khusus. Tapi bukan SLB ya, melainkan siswa yang masih bisa mengikuti pembelajaran secara normal, tapi dia punya kebutuhan khusus,” ucapnya. (*)