Jalan Rusak, Petani Jatigede Pertanyakan Jalur Mangga — 5 tahun yang lalu
eRKSNews – Hasil kebun asal Kecamatan Jatigede berupa mangga varian gedong gincu, harum manis, maupun cengkir, tergolong ‘legit’, lantaran dianggap potensial dalam mendongkrak perekonomian warga.
Sayangnya, akses jalan ke kebun mangga masih parah. Lebar jalan tidak memadai, dengan kondisi jalan garekgok, penuh lubang, serta berbatu-batu.
“Padahal, mangga bisa jadi daya tarik wisata. Selain itu, akses jalan yang bagus juga sangat membantu distribusi mangga,” ungkap Didi Cardiman, Ketua Asosiasi Petani Mangga Kecamatan Jatigede, Senin (21/9/2020).
Dulu, sambung Didi, pernah ada wacana untuk membuka akses ‘jalur mangga’, yang terbentang mulai Dusun Cibengkung (Desa Jembarwangi), Dusun Leuwihieum (Desa Lebaksiuh), Dusun Cibeber (Desa Cintajaya).
“Panjangnya kurang lebih 5 kilometer,” katanya.
Disampaikan Didi, selama ini eksportir Majalengka pun kerap mengambil mangga dari Lebaksiuh.
“Varian primadonanya, ya mangga gedong gincu,” sebutnya.
Tahun 2021, akses jalan sepanjang 8 kilometer yang terbentang antara Desa Cipicung-Cintajaya- Lebaksiuh-Kadu, memang akan diperbaiki.
“Namun, akan jauh lebih baik jika jalur mangga juga diperbaiki, yang sampai sekarang masih belum jelas, kapan jalur ini bakal mulus. Kami meyakini, perekonomian warga akan sangat terbantu jika kondisi jalur ini sudah baik,” tandasnya. (*)