Transformasi Digital, Kapasitas Manajemen Kepala Sekolah Di-'skill up' — 5 tahun yang lalu
Pemkab Sumedang Gelar Sosialisasi Transformasi Digital Bidang Pendidikan Era Industri 4.0, guna meningkatan kemampuan kepala sekolah dan operator dalam manajemen sekolah, Senin (23/11).
Kegiatan ini diikuti Kepala Sekolah Menengah Pertama se-Kabupaten Sumedang dan para operator. Hadir pula Kepala Diskominfosanditik dan Kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman mengatakan, kegiatan ini merupakan sosialisasi Transformasi Digital Bidang Pendidikan Era Industri 4.0.
“Ada tiga cakupan yang akan kita ‘skill up’ terkait kemampuan kepala sekolah dan operator dalam manajemen sekolah. Memang sekarang sudah ada, tapi belum sistemik, terstruktur dan masif,” katanya.
Ia mendorong agar perpustakaan sekolah turut melakukan digitalisasi, tidak lagi menggunakan perpustakaan manual, tapi bergeser ke perpustakaan digital.
“Kita akan kembangkan perpustakaan digital di sekolah melalui kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sumedang dengan Aksaramaya dari Jakarta,” tuturnya.
Sekarang ini, masih kata Herman, masyarakat dihadapkan dengan tiga tantangan yakni pandemic disruption, digital disruption dan millenial disruption.
“Jadi, para kepala sekolah dan guru harus cepat menyesuaikan diri. Tidak bisa kita melakukan cara-cara yang sama sementara situasi kondisi berubah,” katanya.
Ia juga menyampaikan informasi dari Kadiskominfosanditik, bahwa Kabupaten Sumedang meraih peringkat pertama dalam penerbitan sertifikat elektronik.
“Dinamika e-goverment untuk penandatanganan secara elektronik tertinggi di Indonesia saat ini adalah Kabupaten Sumedang. Banyuwangi di bawah kita, lalu Gunung kidul dan DKI Jakarta per hari ini,” sambungnya lagi.
Ia menerangkan, meski Sumedang sedang dalam tahap “belajar”, tetapi tetap terdepan.
“Mudah-mudahan ini menjadi angin segar dan akan membantu proses transformasi digital di Sumedang,” katanya. (*)