Tiga Pilar Digitalisasi Pendidikan

Elsya Tri Ahaddini

 - 

Tuesday, 24 November 2020 - 18:42 WIB

Tiga Pilar Digitalisasi Pendidikan — 5 tahun yang lalu


Pemkab Sumedang melaksanakan Sosialisasi Transformasi Digital Bidang Pendidikan Era Industri 4.0, guna meningkatan kemampuan kepala sekolah dan operator dalam manajemen sekolah, Senin (23/11).

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman mengatakan, sebenarnya digitalisasi pendidikan itu sudah dilaksanakan, tapi belum sistemik, terstruktur dan masif.

Padahal,  pandemi Covid-19 bisa jadi momentum transformasi digital dunia pendidikan. Proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) pun bisa jadi sarana konsep digitalisasi ini.

Digitalisasi pendidikan, secara faktual, membutuhkan langkah serentak, mulai dari pemerintah pusat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), serta perguruan tinggi bersama operator telekomunikasi, sehingga tahap implementasinya lebih jelas dan terstruktur.

Selebihnya, mau tidak mau, pemerintah daerah Sumedang harus mulai mengakselarasi startup di sektor pendidikan, yang ditandai dengan konten edukasi secara online dan integrasi kapasitas digital dalam kurikulum.

Pembelajaran digital mampu mereduksi angka putus sekolah dan rendahnya kinerja tenaga kependidikan di daerah, sekaligus meminimalkan kesenjangan kualitas pendidikan antara daerah terpencil dan perkotaan.

Sudah waktunya Sumedang mengaplikasikan materi STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics) yang terintegrasi. 

Implementasinya melalui akses materi secara terbuka. Dengan begitu, digitalisasi pendidikan perlu memperhatikan tiga pilar, yakni infrastruktur, infokultur dan infostruktur. (*)

#Pendidikan #digital #transformasi #telekomunikasi #startup #implementasi #sumedang #erksfm #news-erks