Tetap Bertahan di Masa Pandemi, Ini Trik Sistik 'Ibu Rokayah'

Redaksi eRKS FM

 - 

Sunday, 01 November 2020 - 14:40 WIB

Tetap Bertahan di Masa Pandemi, Ini Trik Sistik 'Ibu Rokayah'  — 5 tahun yang lalu


Dahsyatnya dampak Covid-19 memang luar biasa. Tak semua aktivitas ekonomi bisa bertahan. Banyak Usaha Kecil Menengah (UKM) gulung tikar dan gagal bangkit kembali.

Sebagian pabrik terpaksa mem-PHK karyawannya, meliburkan tanpa kejelasan status, atau menutup usahanya hingga sama sekali tak bisa beroperasi.

Namun, hal itu tak terjadi pada produksi camilan sistik atau mie kering pedas ‘Ibu Rokayah’. Produksi camilan asal Kampung Sistik, Dusun Pangkalan, Desa Mulyamekar, Kecamatan Tanjungkerta, Sumedang ini, tetap berlangsung. 

"Bahkan, sejak awal masa pandemi hingga sekarang, saya tidak pernah mem-PHK atau mengurangi karyawan. Jumlahnya tetap 30 orang," ungkap Amir Mutakin, pemilik usaha produksi sistik 'Ibu Rokayah', Minggu (1/11/2020).

Dikatakan Amir, sebelumnya usaha pembuatan sistik ini dikelola oleh keluarga. Bahkan mereknya pun mengambil nama ibu kandung Amir, yakni Rokayah.

Namun sekarang, usaha ini dilanjutkan olehnya, dan kini  wilayahnya jadi ‘Kampung Sistik’.

Usahanya tersebut tak terlepas dari fase jatuh bangun. Ada masa-masa sulit yang harus dilalui. 

"Di awal masa pandemi Covid-19, usaha ini sempat terpukul. Ini kondisi paling parah yang pernah saya alami, karena penyerapan produksinya menurun hingga tersisa tinggal 30 persen," ungkapnya.

Namun, hal itu tak membuatnya patah semangat.

Ia mencari cara kreatif agar penyerapan pasar bisa optimal kembali.

Salah satunya dengan cara memberikan bonus 25% untuk pembelian khusus di hari Jumat. 

Hari Jumat, menurutnya, hari penuh berkah, sehingga diharapkan, keberkahan juga itu menghampiri usahanya. 

"Saya juga terus memotivasi karyawan, walaupun pasar sempat lesu, dan selalu menjalin silaturahmi dan komunikasi, baik dengan bagian pemasaran, pelanggan, dan banyak pihak lainnya. Tidak lupa selalu berdoa dan memohon pertolongan pada Yang Maha Kuasa," sebutnya.

Upayanya tidak sia-sia. Penyerapan pasar terhadap produknya meningkat hingga mencapai 80 persen. 

Mungkin juga, menurut Amir, sekarang warga sudah terbiasa dengan wabah Covid-19.

"Rencana ke depan, saya akan menciptakan varian baru, yakni sistik rasa jengkol dan rasa tahu Sumedang," katanya.

Salah satu keistimewaan produk ini adalah proses pematangannya yang menggunakan kayu bakar. 

"Kayu bakar ini membuat sistik matang sempurna. Lebih renyah, memiliki aroma khas, dan lebih cepat matang," jelasnya.

Hingga saat ini, pemasaran sistik Ibu Rokayah sudah menjangkau 3 provinsi, dengan metode pemasaran secara online maupun offline.

Amir pun berbagi tips pada para pengusaha kecil agar tidak berkecil hati saat menghadapi masa pandemi ini.

"Semangat perlu terus dipelihara sambil tetap berdoa, juga menjalin silaturahmi dengan banyak pihak untuk saling memberikan motivasi," pungkasnya. (*)

#Sistik #Tanjungkerta #Pandemi #Erksfm