Belum ada Kejelasan, 12 Jurnalis Siap Akhiri Isolasi Mandiri — 5 tahun yang lalu
eRKSNews -- Belasan awak media yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Sumedang-Majalengka (IJTI Suma), termasuk salah seorang anggota Satpol PP, mempertanyakan hasil swab test mereka yang dilakukan sepekan lalu. Begitu juga, bantuan dari Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sumedang, yang tak kunjung datang.
Hingga Selasa sore (22/9/2020), 12 jurnalis masih menjalani isolasi mandiri di Sekretairat IJTI, di lantai 2 Graha Insun Medal (GIM) Sumedang. Akibatnya, aktivitas mereka dalam mencari berita terhambat, lantaran hasil PCR atau swab test-nya belum keluar.
Bila hingga Jumat 25 September 2020 nanti tidak ada kabar atau hasil dari swab, mereka akan mengakhiri masa isolasi mandiri. Sebab, setelah ditanyakan ke pihak terkait termasuk Bupati Sumedang dan Gugus Tugas lainnya, termasuk Dinkes Sumedang, belum ada jawaban pasti.
“Selama ini juga tidak ada pengecekan. Ya, kalau tidak ada kabar mah kita akan bubar saja pada hari Jumat. Mau parulang, jeung rek bekerja deui seperti biasanya,” ungkap Agun, jurnalis yang menjalani isolasi.
Adapun yang datang, kata Agun, hanya dr. Reny Kurniawati Anton, selaku Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumedang. Mereka mengaku sempat siap-siap karena mengira akan dilakukan pengecekan lagi. Namun tidak ada.
“Tadi pagi datang, kirim nasi kuning. Bu Renny bilang, wayahna sampai 10 hari. Itu kan sampai Jumat, kalau gak ada kabar terus mau bubar. Ini kami lakukan karena tidak adanya kejelasan. Sebab yang saya tahu juga, ada yang tiga hari tanpa gejala dinyatakan sembuh. Sementara kita sudah delapan hari. Padahal kita juga sama tidak ada gejala (covid-19),” paparnya.
Selama diisolasi, diakui para pencari berita itu, belum ada bantuan dari Pemerintahan Kabupaten Sumdang yang datang. Kalaupun ada, hanya sembako dari Baznas dan BPBD Sumedang.
“Ada logistik. Mie dan beras, sembako lah. Ya dari gugus tugas mah belum ada (bantuan),” jelasnya. (*)