Batik Sumedang Diharapkan Bisa Mendunia — 5 tahun yang lalu
eRKSNews – DPC Ikatan Pengusaha Wanita Indonesia (IWAPI) Kabupaten Sumedang bersama Batik Nafira menyelenggarakan kegiatan hari batik nasional yang jatuh pada 1 Oktober kemarin.
Kegiatan dibuka langsung Oleh Pembina IWAPI, dengan tema ”Nyaksi Bukti Ngajadi Batik Jadi Diri Lemah Cai”, bertempat di saung batik Nafira, Dusun Neglasari Desa Sukamaju, Kecamatan Rancakalong. Sabtu (03/10/2020).
Hadir anggota DPD Perwakilan Provinsi Jawa Barat Ny. Eni Sumarni, Pembina DPC IWAPI Kabupaten Sumedang Susi Gantini, Forkopincam Kecamatan Rancakalong, Pemerintah Desa Sukamaju, serta tamu lainnya.
Ketua pelaksana Sutisna mengatakan, kegiatan ini adalah perlombaan seni Desainer Batik Khas Rancakalong.
“Kegiatan ini sudah diagendakan jauh jauh hari, dimana pihaknya tetap matuhi Protokol Kesehatan Covid-19,” katanya.
Latar belakang kegiatan ini adalah batik sebagai warisan budaya leluhur kita ratusan tahun yang lalu. Sedangkan batik Rancakalong sudah diakui kredibilitasnya oleh dunia melalui PBB.
Selain itu, Hari Batik pun sudah ditetapkan secara nasional.
“Di Sumedang sudah tumbuh berkembang sentra batik, sehingga terkenal dengan batik kasumedangan, dan di Rancakalong sudah ada sentral Batik Nafira," katanya.
Batik Nafira punya kelompok binaan, yakni Kelompok Pengrajin Batik Bina Mandiri yang direkrut oleh BLK Sumedang.
Sementara Pembina DPC IWAPI Kabupaten Sumedang Susi Gantini menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.
“Dengan Kondisi Pandemi Covid-19, banyak efek yang kita rasakan di semua sektor. Di Sumedang sendiri hampir 180 lebih orang yang terkonfirmasi. Salut buat IWAPI yang selalu eksis dengan kegiatannya,” paparnya.
Dikatakannya, kita tetap harus mematuhi prokes, yakni tetap jaga jarak dan cuci tangan, juga selalu pakai masker.
“Jangan hanya berdiam diri. Tetaplah beraktivitas, semoga perlombaan ini membuka peluang usaha," katanya.
Sementara itu, Anggota DPD Perwakilan Provinsi Jawa Barat Ny. Eni Sumarni mengatakan, pihaknya sangat mensuport kegiatan ini.
“Karena di Sumedang Nafira Batik fokus di bidangnya, ini bisa di-endorse di seluruh Nusantara. Batik ini sudah menjadi ikon di Nusantara, dan batik Sumedang mempunyai ciri khas sendiri dimana teksturnya khas,” sebutnya.
“Semoga dapat ditiru oleh UMKM yang lainnya agar berdaya saing, dan Sumedang bangkit dari sisi batiknya, sehingga bisa bersaing di tingkat Internasional,” katanya. (*)