Menjaga Kelestarian Paru-paru Kota — 5 tahun yang lalu
Sebagai kabupaten yang memiliki banyak bukit, Sumedang tidak kekurangan paru-paru kota. Di wilayah Sumedang Selatan misalnya,terdapat dua gunung kecil, yakni Gunung Kunci dan Gunung Palasari
Kedua gunung kecil ini terus ditata, agar tetap lestari dan semakin menarik untuk dijadikan destinasi wisata.
Bahkan Gunung palasari dan Gunung Kunci kerap dijadikan tempat penyelenggaraan even tertentu. Salah satunya adalah pembukaan Sumedang On Creative Of Art (SOCA), yang dilanjutkan dengan kegiatan melukis bersama, pada pertengahan minggu ini.
Kegiatan ini layak diapresiasi. Selain merupakan salah satu cara untuk mempromosikan obyek wisata, juga untuk mendorong kreativitas peminat seni lukis di Sumedang.
Selain kerap dijadikan sebagai lokasi kegiatan, Gunung Palasari juga pernah menyelenggarakan agroforestry, yakni program yang yang ditujukan khusus pada kawasan konservasi hutan. Kegiatannya meliputi pengelolaan hutan bersama antara pemerintah dengan masyarakat, melalui hutan rakyat atau hutan kemasyarakatan.
Agroforestry ini berorientasi pada hutan non kayu sebagai hasil utama. Secara ekologis, lokasi tahura tetap berfungsi sebagai hutan alam, karena ada perpaduan jenis tanaman perdu dan pohon, termasuk buah-buahan dan tanaman jenis pohon yang berasal dari hutan alam. Masyarakat juga bisa mmengembangkan teknologi budidaya melalui teknik (kearifan) lokal.
Diharapkan kegiatan ini bisa dioptimalkan kembali. Terlebih, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir pernah berpesan agar masyarakat Sumedang bisa tetap kreatif dan produktif, serta tidak terhalang masa pandemi.
Akhirnya, menjaga kebersihan lingkungan hutan merupakan tanggung jawab bersama.
Biasanya, ramainya pengunjung akan ditandai dengan menumpuknya sampah. Mudah-mudahan hal ini tidak terjadi pada Gunung Palasari dan Gunung Kunci. (*)